Hatonduhan Membahana di MTQ ke-52 Simalungun, Rafika Nurrahmah Diganjar Umroh dari Bupati
Redaksi Media Bahri
Mei 21, 2026
0
Ket. Foto : Rafika Nurrahmah nomor tiga dari kanan
InvestigasiGWI.com | Simalungun — Kecamatan Hatonduhan sukses mengguncang panggung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-52 tingkat Kabupaten Simalungun tahun 2026. Di tengah dominasi kecamatan-kecamatan besar yang selama ini dianggap langganan juara, Hatonduhan justru tampil membahana dan mencuri perhatian publik dengan sederet prestasi gemilang.
Kafilah Hatonduhan tampil penuh percaya diri sejak hari pertama perlombaan. Mental bertanding yang kuat, kualitas bacaan yang memukau, serta pembinaan serius yang dilakukan selama ini menjadi senjata utama hingga mampu menembus persaingan ketat MTQ tahun ini.
Sorotan terbesar tertuju kepada putri terbaik Hatonduhan, Rafika Nurrahmah, yang berhasil keluar sebagai juara pada cabang Mujawwad Remaja Putri. Prestasi luar biasa tersebut langsung diganjar hadiah ibadah umroh ke Tanah Suci yang diserahkan langsung oleh Bupati Simalungun, Anton Ahmad Saragih.
Suasana haru dan kebanggaan pecah saat malam penutupan MTQ di Lapangan Bola Kaki PTPN IV Regional 1 Kebun Bangun, Kecamatan Siantar, Rabu malam (20/05/2026). Takbir menggema dari rombongan kafilah Hatonduhan ketika nama Rafika diumumkan sebagai salah satu penerima hadiah utama.
Capaian itu menjadi sinyal kuat bahwa Hatonduhan kini bukan lagi sekadar peserta pelengkap dalam ajang MTQ Kabupaten Simalungun. Kecamatan ini mulai menjelma menjadi salah satu kekuatan baru dalam pembinaan generasi Qurani.
Tak hanya mencetak juara individu, Hatonduhan juga sukses masuk dalam jajaran kecamatan dengan perolehan nilai terbaik. Prestasi tersebut semakin mempertegas bahwa pembinaan tilawah dan pendidikan agama di wilayah itu berjalan serius dan terarah.
Keberhasilan para peserta dinilai lahir dari kerja keras pembina, dukungan masyarakat, serta konsistensi dalam membangun karakter generasi muda berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang mencari kemenangan semata, melainkan momentum membangun generasi muda yang kuat secara moral dan spiritual.
“Kita ingin melalui MTQ ini lahir generasi Qurani yang mampu menjadi teladan di masyarakat, menjauhi pengaruh negatif, dan membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Keberhasilan Rafika Nurrahmah bersama seluruh kafilah Hatonduhan kini menjadi kebanggaan besar masyarakat. Lebih dari sekadar trofi dan penghargaan, kemenangan tersebut menjadi simbol kebangkitan syiar Islam serta lahirnya generasi muda yang unggul dalam prestasi dan kokoh dalam keimanan.
Dengan torehan membanggakan di MTQ ke-52 ini, Hatonduhan diyakini akan terus menjadi salah satu barometer pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Simalungun.