Kapolres Binjai Jadi Sorotan di Hardiknas 2026: Hadir Siap Kawal Pendidikan Bersih

Redaksi Media Bahri
0

InvestigasiGWI.com | Binjai — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SMP Negeri 9 Binjai, Sabtu (02/05/2026), tidak hanya menjadi panggung seremoni tahunan. Sorotan tajam justru mengarah pada kehadiran Kapolres Binjai di tengah barisan Forkopimda yang kompak menghadiri upacara tersebut.


Dengan balutan pakaian adat yang merepresentasikan kebhinekaan, acara berlangsung khidmat. Namun di balik simbol persatuan itu, publik menaruh ekspektasi lebih: apa peran konkret Kapolres Binjai dalam mengawal dunia pendidikan di daerah ini?

Selama ini, sektor pendidikan tak lepas dari berbagai persoalan klasik—mulai dari dugaan penyimpangan dana, pungutan liar, hingga lemahnya pengawasan di tingkat satuan pendidikan. Dalam konteks ini, kehadiran aparat penegak hukum, khususnya Kapolres, tidak cukup hanya sebatas menghadiri upacara dan berdiri di podium kehormatan.


Kapolres Binjai dinilai memiliki posisi strategis untuk memastikan bahwa dunia pendidikan di Kota Binjai bersih dari praktik-praktik yang mencederai hak peserta didik. Penegakan hukum yang tegas terhadap oknum-oknum yang bermain di sektor pendidikan menjadi ujian nyata komitmen tersebut.

Di sisi lain, pernyataan Wali Kota Binjai mengenai pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan kembali menggema. Namun tanpa pengawalan serius dari aparat, visi tersebut berpotensi menjadi retorika tahunan yang berulang.


Penampilan seni budaya siswa memang menjadi penyejuk dalam rangkaian acara. Tapi realitas di lapangan menuntut lebih dari sekadar panggung hiburan. Dunia pendidikan membutuhkan keberanian aparat untuk turun langsung, mengawasi, bahkan menindak jika ditemukan pelanggaran.

InvestigasiGWI.com menegaskan, Hardiknas bukan sekadar seremoni penuh simbol. Ini adalah momentum uji nyali bagi seluruh pemangku kepentingan—termasuk Kapolres Binjai—untuk menunjukkan bahwa negara benar-benar hadir melindungi masa depan generasi muda.


Jika tidak, maka kehadiran di barisan depan upacara hanya akan tercatat sebagai formalitas—tanpa dampak nyata bagi kualitas pendidikan di Kota Binjai.

Reporter: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top