
InvestigasiGWI.com | BINJAI – Polres Binjai kembali menggelar temu ramah dan malam pengantar tugas sebagai penanda pergantian kepemimpinan dari AKBP Bambang C. Utomo, S.H., S.I.K., M.Si. kepada AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H. Acara berlangsung di Lapangan Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin No.1, Jumat malam (9/1/2026), disertai kehadiran Ketua Bhayangkari masing-masing, Ny. Arina Bambang dan Ny. Ita Mirzal.
Secara seremonial, acara berlangsung hangat dan penuh ungkapan terima kasih. Namun bagi publik Binjai, pergantian Kapolres bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum evaluasi menyeluruh atas kinerja penegakan hukum di wilayah ini.

Dalam sambutan perpisahannya, AKBP Bambang C. Utomo menyampaikan pesan persatuan dan apresiasi terhadap jajaran Polres Binjai yang dinilainya mampu menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Ada waktu pertemuan dan ada waktu perpisahan. Terima kasih atas kerja sama seluruh jajaran sehingga Kota Binjai tetap aman dan kondusif. Saya berharap Kapolres yang baru mendapat dukungan penuh,” ujarnya.

Pernyataan tersebut terdengar normatif. Namun catatan investigasi di lapangan menunjukkan masih adanya keluhan masyarakat, mulai dari penanganan perkara yang lamban, dugaan ketimpangan perlakuan hukum, hingga minimnya transparansi pada kasus-kasus tertentu yang menyentuh kepentingan publik.
Di penghujung acara, AKBP Bambang juga memohon maaf dan doa restu sebelum melaksanakan tugas di tempat baru. Sebuah penutup yang elegan, namun tidak otomatis menutup ruang kritik atas kinerja institusi selama masa jabatannya.

Sementara itu, Kapolres baru AKBP Mirzal Maulana menyampaikan komitmen untuk menghadirkan Polri Presisi dan mengajak seluruh personel agar aktif hadir di tengah masyarakat.
“Kami akan hadir di setiap kegiatan masyarakat untuk mewujudkan Polri yang Presisi, agar Kota Binjai tetap aman dan kondusif,” tegas AKBP Mirzal.
InvestigasiGWI.com mencatat, janji “hadir di tengah masyarakat” telah berulang kali disampaikan oleh para pejabat sebelumnya, namun realisasinya kerap tak sejalan dengan ekspektasi publik. Kehadiran fisik aparat tanpa keberanian menindak pelanggaran dan tanpa keterbukaan informasi justru berpotensi memperlebar jarak kepercayaan.

Pergantian Kapolres ini menjadi ujian awal bagi AKBP Mirzal Maulana. Publik menanti langkah konkret: berani membongkar praktik-praktik lama, menindak tegas pelanggaran tanpa tebang pilih, serta membuka ruang kontrol publik atas kinerja kepolisian.
InvestigasiGWI.com menegaskan, keamanan dan ketertiban tidak diukur dari lancarnya seremoni, melainkan dari keberanian aparat menegakkan hukum secara adil dan transparan. Kapolres baru ditantang untuk membuktikan bahwa Polres Binjai bukan sekadar rapi dalam acara, tetapi juga tegas dan bersih dalam tindakan.
Reporter: Mhd. Dzaki Zuris
Editor: Zulkarnain Idrus

