InvestigasiGWI.com | Jakarta, 22 Juli 2025 – Pernyataan keras dilontarkan Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH – pakar hukum internasional, ekonom, dan Presiden Partai Oposisi Merdeka – dalam menyambut HUT RI ke-80. Ia tidak hanya mengingatkan bangsa ini akan sejarah kelam perjuangan kemerdekaan, tetapi juga membongkar wajah-wajah baru dari pengkhianatan terhadap Republik Indonesia yang hingga kini terus dibiarkan hidup.
"Penjajah dulu bernama VOC dan KNIL, sekarang mereka berganti rupa jadi oknum mafia hukum, koruptor, dan pemburu rente yang bersembunyi di balik dasi dan jabatan," tegas Prof. Sutan kepada tim redaksi InvestigasiGWI.com dari markas pusat Partai Oposisi Merdeka di Kalisari, Jakarta (20/7).
Veteran Terlupakan, Pengkhianat Justru Dipuja
Menurutnya, banyak pejuang kemerdekaan atau keturunan mereka yang kini hidup terlunta-lunta, sementara para penikmat hasil kemerdekaan — yang tidak pernah berjuang — justru menguasai kekayaan negeri ini.
“Kemerdekaan bukan hadiah. Itu hasil darah dan air mata! Tapi lihat hari ini, siapa yang menguasai tanah, tambang, laut, dan hukum? Bukan rakyat, tapi para perampok berseragam kekuasaan!” ujar Sutan lantang.
Ia mempertanyakan peran negara dan akademisi yang diam atas sejarah lokal yang selama ini dikubur: nama-nama pejuang daerah tak pernah muncul dalam buku sejarah nasional, apalagi dalam kebijakan negara.
“Londo Ireng” & Sistem Adu Domba Masih Aktif?
Prof. Sutan mengungkap bahwa keberhasilan penjajahan VOC dan Belanda dahulu bukan hanya karena kekuatan militer, melainkan karena strategi membenturkan sesama pribumi – dikenal dengan nama “Londo Ireng” atau opas – penjaga yang dibayar untuk melawan sesamanya.
“Dulu mereka opas, sekarang mereka para pengkhianat bangsa di balik institusi-institusi resmi. Hati-hati, mereka masih aktif!” ujarnya.
Ia menilai sistem devide et impera (adu domba) yang dulu diterapkan penjajah kini muncul kembali dalam bentuk politik adu kelas, adu daerah, bahkan adu agama. “Hasilnya? Rakyat tetap miskin dan Indonesia kembali dijajah, bukan oleh asing, tapi oleh bangsanya sendiri.”
Jejak Emas, Bukti Kontribusi Daerah yang Disembunyikan
InvestigasiGWI.com mencatat bahwa kontribusi daerah terhadap kemerdekaan dan pembangunan RI selama ini memang sering ditutupi. Prof. Sutan pun membongkar data sejarah:
- Teuku Markam (Aceh) menyumbangkan 28 kg emas untuk pembangunan Monas.
- Gabungan Saudagar Aceh menyumbang 25 kg emas untuk negara.
- Kerajaan Siak Indrapura menyumbang 13 juta gulden atau setara Rp 1,4 triliun.
“Fakta sejarah ini tidak masuk pelajaran sekolah. Mengapa? Karena pusat kekuasaan terlalu takut mengakui kekuatan daerah. Ini kebohongan sejarah yang harus diungkap,” tegasnya.
Seruan kepada Presiden Prabowo: Jangan Jadi Pemimpin Simbolik!
Prof. Sutan mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk:
- Menghidupkan kembali penghargaan terhadap pejuang lokal yang dilupakan.
- Melawan para pengkhianat modern bangsa yang bersembunyi di balik jabatan.
- Membasmi mafia hukum, mafia SDA, dan penguras kekayaan daerah.
- Memindahkan peringatan HUT RI ke lokasi-lokasi perjuangan, bukan hanya di Istana Merdeka.
“Kalau Presiden hanya jadi simbol, bukan penggerak, maka Indonesia akan hancur oleh bangsa sendiri. Ini saatnya membersihkan tikus-tikus elit yang terus menggerogoti republik!” tegas Prof. Sutan dengan nada tinggi.
Catatan Investigasi: Lacak & Buka Kedok Para Pengkhianat
InvestigasiGWI.com mendukung penuh seruan untuk membongkar kembali data dan dokumen tentang:
- Pengkhianat lokal dalam sejarah penjajahan.
- Kekayaan negara yang dijarah dan dialihkan ke tangan swasta.
- Peran kerajaan dan saudagar lokal yang dimanipulasi dalam narasi sejarah nasional.
- Oknum aparat dan birokrat yang saat ini menjalankan praktik kolonialisme baru.
Penutup: 80 Tahun RI, Jangan Lagi Buta dan Bisu
“Kalau kita diam, berarti kita ikut jadi bagian dari pengkhianat. Mari hidupkan kembali semangat perlawanan, bukan pada bangsa lain, tapi pada mereka yang menjual negeri ini dari dalam!”
Narasumber:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH
Presiden Partai Oposisi Merdeka | Pakar Hukum Internasional | Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus
📞 0811-8419-260
InvestigasiGWI.com
“Membongkar, Menyeret, dan Melawan Pengkhianat Bangsa!”
