
Kota Tangerang – InvestigasiGWI.com
Senin, 21 Juli 2025 — Hari pertama kegiatan belajar mengajar usai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momentum penting bagi SDN Sudimara 6, Kota Tangerang. Kepala Sekolah Mahruddin, S.Pd, M.Pd, yang akrab disapa Maher, menegaskan dimulainya semester baru dengan kesiapan penuh, meski masih dibayangi persoalan klasik: kemacetan dan ancaman keselamatan siswa di jalan raya.

“Alhamdulillaah, MPLS telah selesai. Ini bukan sekadar pengenalan, tapi awal tumbuhnya semangat dan kecintaan siswa terhadap sekolah,” ujar Maher kepada awak investigasiGWI.com di ruang kerjanya.

Sebanyak 128 siswa baru telah resmi menjadi bagian dari SDN Sudimara 6, terbagi dalam empat kelas. Namun euforia ini dibayangi kekhawatiran serius soal keselamatan, karena lokasi sekolah yang berada di jalur padat kendaraan: Jalan Raden Fatah, Ciledug.
“Kami minta Dinas Perhubungan dan pihak terkait tak hanya diam. Laju kendaraan sangat tinggi di depan sekolah. Halaman kami sempit, murid ratusan. Kalau tidak ada pengaturan dan perhatian, bisa fatal!” tegas Maher.
Sekolah yang bersebelahan langsung dengan Samsat Ciledug dan dekat Pasar Lembang itu memang berada di zona merah lalu lintas, apalagi pada jam masuk dan pulang sekolah. Selain itu, parkir kendaraan dan pedagang kuliner liar juga kerap membuat kondisi semakin semrawut.

Sebagai langkah preventif, Maher mengaku telah bekerjasama dengan petugas keamanan sekolah dan personel lingkungan untuk mengatur parkir serta menjaga ketertiban. Namun ia menegaskan bahwa tanpa kebijakan dan pengawasan aktif dari dinas dan aparat, persoalan ini tak bisa selesai.
“Kami tidak ingin tragedi terjadi dulu baru semua bertindak. Anak-anak adalah masa depan bangsa, jangan dibiarkan mereka hadapi ancaman tiap hari saat ke sekolah,” pungkas alumni UPI Bandung ini, penuh keprihatinan.
Redaksi / AMS

