BONGKAR SAMPAI KE AKAR-AKARNYA! Penangkapan Bos Kresna Jangan Berhenti pada Satu Nama, Korban Desak Aparat Sikat Tuntas Seluruh Jejak Dugaan Keterlibatan

Redaksi Media Bahri
0

InvestigasiGWI.com | JAKARTA – Penangkapan Michael Steven, sosok yang dikenal sebagai bos Kresna dan selama ini menjadi buronan, seharusnya tidak hanya dipandang sebagai keberhasilan menangkap satu orang. Bagi ribuan korban investasi gagal bayar, penangkapan tersebut justru menjadi ujian sesungguhnya bagi aparat penegak hukum: berani atau tidak membongkar seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dalam rangkaian pemasaran investasi yang telah merugikan masyarakat hingga miliaran rupiah.


Korban kini menuntut lebih dari sekadar penangkapan. Mereka meminta aparat bergerak tanpa kompromi, tanpa tebang pilih, dan tanpa takut terhadap siapa pun yang namanya muncul dalam fakta-fakta yang berkembang selama proses hukum berlangsung.


Di tengah bergulirnya perkara, nama Agustin Widyawati kembali menjadi perhatian sejumlah korban. Berdasarkan keterangan yang dihimpun Tim InvestigasiGWI.com, beberapa korban mengaku mengenal dan masuk ke dalam investasi tersebut melalui penjelasan maupun penawaran yang disampaikan oleh Agustin.


Keterangan para korban itu kini menjadi salah satu bagian yang mereka harapkan dapat ditelusuri secara serius oleh aparat penegak hukum. Korban menilai pengungkapan perkara tidak boleh berhenti hanya pada aktor utama, tetapi harus menyentuh seluruh mata rantai yang diduga berkaitan dengan pemasaran dan penghimpunan dana masyarakat.


“Kalau memang mau membongkar kasus ini secara utuh, jangan berhenti di permukaan. Telusuri siapa yang menawarkan, siapa yang meyakinkan, siapa yang berada di belakang pemasaran, dan siapa yang menikmati hasilnya. Bongkar semuanya,” tegas salah seorang korban.


Bagi para korban, perkara ini bukan lagi sekadar sengketa investasi. Ini adalah tragedi finansial yang menghancurkan kehidupan banyak keluarga. Ada yang kehilangan tabungan masa tua, ada yang kehilangan modal usaha, bahkan ada yang terpaksa menjual aset untuk bertahan hidup setelah dana mereka tak kunjung kembali.


InvestigasiGWI.com menilai penangkapan Michael Steven harus menjadi pintu masuk untuk mengurai seluruh benang kusut yang selama ini belum terungkap. Publik berhak mengetahui bagaimana produk investasi tersebut dipasarkan secara masif, siapa saja pihak yang berada di garis depan pemasaran, serta bagaimana masyarakat akhirnya diyakinkan untuk menyerahkan dana mereka.


Jika memang terdapat fakta, dokumen, komunikasi, aliran transaksi, maupun alat bukti lain yang mengarah kepada pihak-pihak tertentu, maka seluruhnya harus ditelusuri tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada ruang bagi praktik tebang pilih dalam penegakan hukum.


“Jangan sampai hukum terlihat hanya berani kepada satu orang tetapi melemah ketika harus menyentuh pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan. Korban ingin keadilan yang utuh, bukan keadilan yang dipotong-potong,” ujar perwakilan korban.


Desakan korban kini semakin keras. Mereka meminta aparat penegak hukum membentuk pengusutan yang benar-benar komprehensif untuk menelusuri seluruh pihak yang relevan berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah. Bagi mereka, hanya dengan cara itulah kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dapat dipulihkan.


Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat putusan pengadilan yang menyatakan Agustin Widyawati terlibat dalam perkara gagal bayar Kresna sebagaimana keterangan yang disampaikan sejumlah korban. Oleh karena itu, seluruh informasi yang berkembang masih harus diuji dan dibuktikan melalui proses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Tim InvestigasiGWI.com telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak yang namanya disebut dalam pemberitaan ini. Namun hingga berita diterbitkan belum diperoleh tanggapan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


Kini publik menunggu langkah aparat penegak hukum. Apakah penangkapan Michael Steven akan menjadi awal pembongkaran besar yang menyentuh seluruh pihak yang relevan berdasarkan fakta hukum, atau justru berhenti sebagai keberhasilan parsial yang belum menjawab seluruh pertanyaan korban?


Satu tuntutan korban menggema dengan keras: usut sampai ke akar-akarnya, bongkar seluruh fakta tanpa kompromi, telusuri setiap pihak yang memiliki keterkaitan berdasarkan alat bukti, dan jangan biarkan kasus yang telah menghancurkan kehidupan banyak korban berakhir setengah jalan.


Sumber: Keterangan sejumlah nasabah korban gagal bayar.


Jurnalis: Samsul Bahri

Editor: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top