
Sebanyak 543 pengurus baru resmi dilantik oleh Ketua Umum DPP KNPI, M. Riano Panjaitan, dengan Aldi Syahputra Siregar didaulat sebagai Ketua DPD KNPI Sumut. Namun, di balik semarak pelantikan, publik menagih konsistensi dari janji sinergi hingga komitmen antikorupsi yang digembar-gemborkan.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, lewat sambutan yang dibacakan Kadispora Sumut, M.M.P Daulay, menyatakan Pemprov siap bersinergi dengan KNPI.
“Pemerintah Provinsi Sumut siap mendukung program kerja KNPI yang sejalan dengan visi pembangunan daerah,” kata Bobby dalam teks pidatonya.
Dukungan itu meliputi pelatihan kepemimpinan, digitalisasi komunitas pemuda, penguatan karakter kebangsaan, serta peningkatan partisipasi pemuda dalam forum-forum pembangunan daerah. Meski begitu, absennya Bobby dalam acara pelantikan menimbulkan tanda tanya di kalangan pengamat: sejauh mana keseriusan Pemprov dalam mengawal komitmen tersebut?

“KNPI Sumut berkomitmen menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi di Sumatera Utara,” tegas Aldi.
Sementara itu, Ketua Umum DPP KNPI, Riano Panjaitan, memberi peringatan keras agar pengurus baru tidak sekadar mengusung jargon.
“KNPI harus menjaga solidaritas dan hadir dengan program nyata. Jangan berhenti pada retorika, tapi buktikan kontribusi langsung kepada pemuda dan masyarakat,” tekan Riano.
Pelantikan megah ini kini menimbulkan ekspektasi besar. Dengan jumlah pengurus yang sangat besar, dukungan pemerintah, dan komitmen pemberantasan korupsi yang digaungkan, publik akan menilai: apakah KNPI Sumut benar-benar menjadi motor perubahan, atau justru terjebak dalam rutinitas seremoni dan politik kepentingan.
Reporter: Mhd. Zulfahri Tanjung | DetektifinvestigasiGWI.com
Editor: ZoelIdrus

.jpeg)