InvestigasiGWI.com | Brimob Bagikan 5.000 Bendera di Jakarta Pusat: Simbol Nasionalisme atau Sekadar Seremonial?

Zulkarnaen_idrus
0


Jakarta – InvestigasiGWI.com |
Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggelar aksi simpatik dengan membagikan 5.000 bendera Merah Putih di tiga titik strategis Jakarta Pusat, Minggu (4/8/2025).


Dipimpin oleh Kompol Sukoco, S.H., M.H. selaku Kabag Ops Brimob Polda Metro Jaya, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional “Merah Putih Berkibar di Seluruh Nusantara” yang disebut bertujuan membangkitkan kembali semangat nasionalisme masyarakat.


Namun, di tengah upaya simbolik ini, publik bertanya: Apakah semangat nasionalisme cukup dibangkitkan lewat pembagian bendera, tanpa diiringi dengan keberpihakan nyata terhadap rakyat dan penegakan hukum yang adil?

“Kami ingin masyarakat kembali menyadari pentingnya Merah Putih sebagai simbol persatuan bangsa. Ini bukan sekadar pembagian bendera, ini seruan kebangsaan,” ujar Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., Dansat Brimob PMJ.


Titik-titik pembagian:

  • Perempatan TL Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun
  • Depan Capitol Suites
  • Depan Mako Brimob Polda Metro Jaya


Ribuan pengendara motor dan mobil tampak antusias menerima bendera dari personel Brimob berseragam dinas lengkap. Petugas juga mengimbau masyarakat untuk mengibarkan bendera di rumah, kendaraan, dan tempat kerja sepanjang Agustus.


Catatan Investigatif:

InvestigasiGWI.com mencermati bahwa aksi-aksi simbolik seperti ini sering kali tidak dibarengi dengan keberanian institusi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar bangsa — korupsi, pelanggaran HAM, dan ketimpangan sosial.


Nasionalisme tidak cukup ditandai dengan kain merah putih di kaca kendaraan. Nasionalisme adalah keberanian membela kebenaran, menegakkan hukum, dan berpihak kepada rakyat kecil.


Jika Polri ingin menanamkan nilai kebangsaan, maka itu harus dimulai dari institusi mereka sendiri — dengan menunjukkan transparansi, akuntabilitas, dan kesetiaan terhadap konstitusi, bukan sekadar terhadap simbol.


Peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan hanya perayaan.

(Tim Redaksi | InvestigasiGWI.com)


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top