
InvestigasiGWI.com | Padang Sidempuan — Sorotan tajam masyarakat terhadap kinerja aparat penegak hukum dalam pemberantasan narkoba kembali mencuat. Kali ini, kritik keras diarahkan kepada jajaran Polres Padang Sidempuan yang dinilai belum mampu menyentuh aktor utama jaringan peredaran narkotika di wilayah tersebut. Sabtu (14/05/2026).
Di tengah gencarnya kampanye perang terhadap narkoba, masyarakat justru mempertanyakan keberanian aparat dalam memburu bandar besar yang diduga selama ini masih bebas menjalankan bisnis haramnya. Penangkapan yang dilakukan aparat disebut-sebut hanya menyasar pengguna dan kurir lapangan, sementara sosok yang diduga menjadi pengendali utama peredaran narkoba seolah tak tersentuh hukum.
Kritik terhadap institusi kepolisian bukan tanpa alasan. Berbagai kasus dugaan keterlibatan oknum aparat dalam jaringan narkotika di sejumlah daerah telah memicu menurunnya kepercayaan publik terhadap komitmen pemberantasan narkoba. Dugaan penyalahgunaan wewenang, lemahnya pengawasan internal, hingga munculnya kesan “tebang pilih” dalam penegakan hukum menjadi pemantik amarah masyarakat.
Warga menilai, jika aparat benar-benar serius memberantas narkoba, seharusnya bandar besar dan pihak yang diduga melindungi peredaran barang haram itu dapat segera diungkap. Namun yang terjadi di lapangan justru sebaliknya.
“Yang ditangkap hanya pemakai dan kurir. Bandar besarnya sampai sekarang tidak pernah tersentuh. Ada apa sebenarnya dengan penegakan hukum di Padang Sidempuan?” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.
Sebelumnya, puluhan warga Kampung Darek, Gang Dame, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, mendatangi Mapolres Padang Sidempuan pada Kamis dini hari (14/05/2026). Kedatangan mereka dipicu penangkapan seorang warga bernama Tolip oleh Tim Satnarkoba Polres Padang Sidempuan di kawasan Kampung Loding pada malam sebelumnya.
Warga menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk menghalangi proses hukum, melainkan bentuk dukungan kepada aparat kepolisian agar serius membongkar jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.
“Kami mendukung polisi memberantas narkoba. Tapi jangan hanya rakyat kecil yang ditangkap. Bandar besarnya juga harus ditangkap,” tegas warga lainnya.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan kritik keras terhadap Kapolres Padang Sidempuan, AKBP Dr. Wira Praytana dan Kasat Narkoba AKP Juli Purwono yang dianggap belum mampu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif terkait maraknya peredaran narkoba.
Bahkan, sejumlah warga secara terbuka meminta agar Kapolres Padang Sidempuan mundur dari jabatannya apabila dinilai tidak mampu memberantas peredaran narkoba di Kota Padang Sidempuan.
“Ketidakmampuan Kapolres dalam pemberantasan narkoba sudah terlihat jelas. Kalau memang tidak mampu menciptakan kamtibmas dan memberantas narkoba, lebih baik mundur,” ucap warga dengan nada geram.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Padang Sidempuan belum memberikan keterangan resmi terkait kritik dan tuntutan masyarakat tersebut.
Reporter: Mhd. Zulfahri Tanjung
Editor: Zulkarnain Idrus

