Banjir Meluas di Cilegon, Infrastruktur Drainase dan Sungai Jadi Sorotan

Media Bahri
0





CILEGON – investigasigwi ll- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Cilegon sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi menyebabkan banjir di sejumlah titik. Genangan air dilaporkan merendam permukiman warga hingga mengganggu akses jalan di beberapa kawasan.


Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Saiful Basri, mengatakan banjir kali ini terjadi di banyak wilayah dan beberapa di antaranya cukup parah. Ia mengaku langsung melakukan pemantauan lapangan setelah menerima laporan dari warga terkait genangan air yang meluas.



“Awalnya kami memonitor kondisi setelah hujan semalam. Informasi yang masuk memang belum banyak, tetapi setelah ada laporan beberapa titik banjir, saya mencoba turun langsung ke lapangan,” ujar Saiful Basri, Minggu (8/3/2026).


Salah satu lokasi yang dipantau adalah kawasan Kebun Dalem. Menurutnya, banjir terjadi di area belakang kawasan Metro hingga akses jalan yang menuju Transmart.

Tingginya debit air membuat sejumlah pagar di sekitar jalan belakang lapangan golf roboh dan menghalangi akses jalan. Kondisi tersebut menyulitkan warga yang melintas.

“Di jalan belakang golf banyak pagar yang jebol karena debit air cukup tinggi. Akibatnya akses dari Kebun Dalem yang tembus ke Transmart terhambat. Warga terpaksa menyeberang karena jalan tertutup pagar yang roboh dan kondisi jalan juga tergenang,” katanya.
Banjir juga dilaporkan cukup parah di kawasan Metro. Selain itu, sejumlah titik di Kecamatan Grogol turut terdampak, di antaranya wilayah Keserangan, Kampung Kerowok, hingga kawasan sekitar pintu Tol Cilegon Barat.


Menurut Saiful, wilayah yang paling parah terdampak berada di kawasan Gerem Raya, tepatnya di beberapa lingkungan seperti RW 1, RW 2, dan RW 3 Kelurahan Gerem. Di wilayah tersebut, sejumlah tanggul dan saluran kali dilaporkan jebol sehingga air meluap ke permukiman warga.
“Di RT 3 RW 3, ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa. Ini akibat beberapa tanggul dan saluran kali yang jebol sehingga air meluap ke permukiman warga,” ujarnya.


Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kalibaru, khususnya di RT 1 hingga kawasan POMAL. Hampir seluruh lingkungan di wilayah tersebut dilaporkan terendam banjir.
Selain Kecamatan Grogol, genangan air juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Jombang dan Cibeber dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi.


Saiful menilai banjir yang terjadi di Kota Cilegon tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk kondisi tata ruang serta penyempitan saluran air.
Ia menyoroti kawasan pesisir Cilegon yang saat ini dipadati kawasan industri. Menurutnya, perkembangan industri di sepanjang pesisir turut memengaruhi kapasitas sungai dan saluran air dalam menampung debit air saat hujan deras.
“Sepanjang pesisir pantai Cilegon ini sudah dipenuhi kawasan industri. Ini juga menjadi salah satu penyebab karena terjadi penyempitan saluran sungai sehingga tidak mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi,” kata Saiful.


Beberapa perusahaan yang berada di wilayah Kelurahan Gerem antara lain Lotte, MCCI, MFI, Trinseo, hingga Dover.
Menurutnya, persoalan banjir harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah daerah tetapi juga pihak industri yang beroperasi di kawasan tersebut.

“Dengan kondisi masyarakat yang saat ini terdampak banjir, tentu ini harus menjadi perhatian bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga pihak industri yang berada di sekitar wilayah tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan banjir di Kota Cilegon hingga kini masih belum tuntas dan membutuhkan langkah penanganan yang lebih serius, mulai dari perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, hingga penataan kawasan industri di wilayah pesisir.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top